SELAMAT DATANG DAN MARI BERBAGI ILMU

Bumi adalah Rumahku

Bumi tempat kita menjalani proses kehidupan sudah tentu harus senantiasa kita jaga, jangan sampai Bumi kita mengalami kehancuran sebelum waktunya. Apa saja yang dapat mempercepat usia Bumi kita???

Penerimaan Medali OSN

Luar biasa, dengan semangat juang yang gigih dan keinginan untuk mengukir prestasi, akhirnya siswa ini mampu mendapatkan penghargaan medali Perunggu pada perhelatan Olimpiade Sains Nasional pada Mata Pelajaran Fisika yang dilaksanakan di Batam. Siapakah dia???

Pembelajaran Matematika

Kamal Jabbar, S.Pd, M.Pd adalah sosok guru sederhana yang penuh dengan canda tawa dalam kesehariannya. Matematika adalah ilmu yang diajarkan di bangku SMP YPS Singkole. Metode apa saja yang digunakannya dalam proses belajar di kelas??? Semoga metode yang digunakannya dapat memberi inspirasi bagi guru-guru lainnya

Selasa, 07 Oktober 2014

Mengenali "Virus Lupa"

Tentunya kita pernah mengalami suatu kejadian dimana secara tiba-tiba otak terasa buntu dan tidak mampu mengingat, padahal beberapa menit sebelumnya kita masih mengingatnya dengan sangat baik. Hal ini tentu tidak baik dan akan menjadi fatal jika kemampuan daya ingat otak kita tidak dijaga dan selalu ditingkatkan dari serangan “Virus Lupa”. Untuk dapat meningkatkan daya ingat otak kita, maka mari kita kenali faktor apa saja yang bisa menyebabkan kita bisa melupakan sesuatu. Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya :

1.     Menganggap sesuatu itu tidak penting. Sesuatu dianggap tidak penting biasanya karena dua hal, yaitu pada saat ini memang tidak dibutuhkan dan kita pada saat tertentu tidak memiliki kepentingan terhadap sesuatu. Oleh karena itu, di dalam pikiran kita telah terbentuk persepsi “ untuk apa memikirkan itu, toh juga hal tersebut tidak penting untuk saya”, ini berakibat kita pun mudah melupakannya

2.   Ada gangguan psikis. Sehebat apapun kemampuan kita untuk berkonsentrasi, ada saatnya kita bisa merasa terganggu oleh sesuatu, baik itu dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri. Gangguan tersebut memicu tekanan, dan tekanan menyebabkan depresi. Manakala depresi sudah kita alami maka sulitlah untuk memanggil ingatan. Dalam tingkatan depresi ringan kinerja ingatan kita masih bisa mencapai kondisi puncak. Namun, kinerja itu akan menurun apabila kita mengalami depresi kronis atau stress yang berlebihan

3.   Menghilangkan petunjuk untuk menampilkan kembali ingatan. Peristiwa ini sering kita alami dalam keseharian kita, misalkan saja kita pergi ke meja kerja untuk mengambil sesuatu, tetapi ketika sampai seketika itu juga kita benar-benar lupa apa yang mau kita ambil. Kemudian kita kembali ke posisi awal, dan secara ajaib ingatan itu kembali. Nah, kejadian ini mengambarkan bahwa sebenarnya kita tidak kehilangan ingatan, hanya saja kita kehilangan petunjuk ingatan.

4.   Gangguan Fisik. Sebenarnya hanya sedikit orang yang ingatannya terganggu karena menderita penyakit tertentu, seperti amnesia dan Alzheimer. Fungsi ingatan kita sangat dipengaruhi oleh masalah-masalah “psikologi-sosial” seperti perasaan tertekan, cemas, serta kesedihan yang berlebihan dan berkepanjangan.

Nah, sekarang kita telah mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan kita bisa melupakan sesuatu, dengan demikian kita bisa menelisik dan menakar diri kenapa kita bisa lupa, dan bagaimana kita bisa mengatasinya. Dengan demikian, ayo kita tabuh genderang perang melawan “Virus Lupa” agar otak super kita senantiasa bekerja secara maksimal. Bagaimana caranya? Sederhana, tunggu di sharing berikutnya “4 Cara Sederhana Melipatgandakan Daya Ingat”  

Rgds,
I Komang Nuriana
       (Ref : 10 Rahasia Pembelajar Kreatif)

Senin, 06 Oktober 2014

Pekerjaan Menjadi Seorang Guru (Pengabdian VS Penghasilan)

Bagi seseorang (baca : oknum) menjadi seorang guru bukanlah merupakan sesuatu yang telah direncanakan sejak awal. Hal ini mungkin disebabkan oleh banyak factor diantaranya adalah pekerjaan menjadi seorang guru dianggap tidak bisa memberikan jaminan dimasa depan (baca : memenuhi kebutuhan hidup). Jika memang demikian apa alasan utama yang paling rasional untuk menjadi seorang guru? Saya secara pribadi tetap menyetujui satu alasan untuk menjadi seorang guru yakni “ Sebagai Sumber Penghasilan”. Mengapa demikian? Untuk menjelaskannya saya punya satu kisah menarik yang saya sendiri alami ketika mengikuti sebuah pelatihan bagi guru-guru Pemula. Berikut cuplikan ceritanya.

"Dengan semangat super pagi itu kami berkumpul di sebuah aula ruangan, untuk mengikuti pelatihan guru pemula. Pelatihan itu diawali dengan pembagian kertas yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya adalah meminta alasan mengapa memilih profesi menjadi seorang guru. Setelah beberapa waktu, kamipun diminta untuk memaparkan alasan-alasan untuk menjadi seorang guru, lagi-lagi dengan penuh kobaran semangat, bertaburan jawaban yang kurang lebih sama yakni “ menjadi guru, karena ingin berbagi ilmu, mencerdaskan anak-anak dan alasan lain yang secara arti kata “tujuannya sungguh luar biasa mulianya”. Saya dengan semangat yang berapi-api pula ingin mengutarakan alasan saya, dan akhirnya saya diberikan kesempatan, sekita itu terlontar sebuah kalimat “alasan saya memilih profesi guru adalah sebagai mata pencaharian (sumber penghasilan)”

Apa yang saya alami pada hari itu, mungkin akan dicap sebagai orang yang tidak ikhlas menjadi guru dan tidak boleh menjadi guru, tapi buat saya pribadi, paling tidak saya tidak membohongi diri saya sendiri. Mengapa demikian, Sederhananya begini, jika memang menjadi seorang guru tidak dijadikan sebagai sumber penghasilan, mengapa saya tidak pergi saja ke daerah terpencil atau daerah lain yang membutuhkan guru untuk mengabdi dan dalam prosesnya tidak pernah mengharap honor atau apapun sejenisnya (baca : pengadian tulus ikhlas). Sehingga menurut saya pribadi, selama kita masih mengharapkan “Honor/Upah” itu berarti profesi guru adalah sebagai “sumber penghasilan”

Rgds,
I Komang Nuriana

Sistem Jaringan Listrik Nirkabel

Dalam sebuah konferensi hi-tech di TED Global Conference, Oxford beberapa waktu lalu, diperkenalkan sebuah sistem jaringan listrik yang tidak menggunakan kabel (wireless). Sistem ini mempergunakan teknik fisika yang cukup sederhana yang mampu menyuplai tenaga ke beberapa perangkat elektronik.
Pada konferensi tersebut, pemateri menunjukkan telepon seluler dan televisi yang ditenagai oleh listrik secara wireless. Dia mengatakan bahwa sistem tersebut bisa menggantikan ribuan mil kabel dan baterai yang mahal. "Hampir 40 juta baterai diproduksi tiap tahun", katanya. Milyaran dolar juga telah dihabiskan untuk membangun infrastruktur jaringan kabel untuk menyalurkan energi listrik, lanjutnya. Ilmuwan tersebut mencontohkan dengan memakai ponsel Google G1 dan iphone Apple yang ditenagai dengan sistem tersebut. Selain ponsel, dia juga menampilkan televisi yang memakai sistem kelistrikan wireless ini. "Bayangkan, anda bisa menaruh televisi ini menggantung di dinding rumah anda tanpa perlu mencari stop kontak," ujarnya.

Bagaimanakah sebenarnya jaringan listrik wireless tersebut?

Sistem jaringan listrik wireless berdasarkan pada teori yang awalnya dikemukakan oleh ahli fisika Marin Soljacic dari MIT (Massachusetts Institute of Technology). Konsep utama yang dipakai adalah konsep resonansi, dimana transfer energi berlangsung lebih efisien.
Ketika dua benda mempunyai frekuensi resonan yang sama, akan terjadi transfer energi dengan kuat tanpa mempengaruhi benda-benda lain di sekitarnya. Sebagaimana halnya resonansi bisa memecahkan gelas saat seorang penyanyi melengking pada frekuensi yang tepat sama dengan frekuensi getar gelas.

Sistem jaringan listrik wireless menggunakan 2 kumparan (salah satu pada jaringan listrik utama, dan yang lain pada perangkat elektronik). Frekuensi yang dipakai merupakan frekuensi rendah. Masing-masing kumparan dibuat sedemikian hingga mempunyai frekuensi resonan yang sama. Ketika kumparan utama dihubungkan dengan power suply, medan elektromagnetik yang dihasilkan akan berresonansi dengan kumparan kedua, sehingga terjadi aliran energi listrik. Listrik pada kumparan kedua merupakan GGL (gaya gerak listrik) induksi.

Perangkat elektronik yang memakai sistem ini akan langsung ter-charge manakala berada dalam area jangkauan medan magnetik kumparan pertama.

Aspek Keamanan

Menurut ilmuwan yang mengenalkan sistem tersebut, sistem ini cukup aman karena transfer energi dilakukan melalui gelombang elektromagnetik. "Manusia dan objek-objek disekitar kita adalah benda-benda non-magnetik.", ujarnya.
Pada kesempatan lain, sistem penghantaran listrik wireless ini juga diterapkan pada sistem lampu penerangan. Perusahaan Intel di San Francisco berhasil membuat rangkaian wireless lampu bohlam 60 watt yang bisa menyala pada jarak 3 kaki (36 cm) dari kumparan utama. Rangkaian ini cukup efisien, hanya kehilangan 1/4 energi mula-mula. Pada jarak yang lebih jauh (kira-kira 7 kaki atau 84 cm) tingkat efisiensinya berkisar 40-45 %. Pihak Intel menamakan sistem ini dengan WREL (Wireless Resonant Energy Link) sedangkan pihak MIT menamakan witricity (singkatan wireless dan electricity)


Sumber : http://www.fisikaasyik.com/home02/content/view/338/39/

Selasa, 23 September 2014

Menuju Esok Yang Lebih Baik

Perkembangan IT sungguh luar biasa pesatnya dan terbukti membawa dampak yang juga begitu luar biasa. Namun demikian dalam perkembangannya tidak semua orang bisa terbawa, masih ada saja yang lupa bahwa untuk era saat ini, suka tidak suka kita minimal harus memiliki pengetahuan aplikatif tentang IT.

Saya pribadi, merasa cukup terlambat untuk menangkap peluang pemanfaatan IT apalagi jika dikaitkan dengan profesi saya saat ini sebagai seorang guru. Karena diera sekarang ini, khususnya anak muda  (baca : anak didik dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menenggah) sangat familiar dengan IT sebut saja : Internet, Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita sebagai guru juga bisa mengikuti trend perkembangan zaman saat ini.

Berdasar pada fakta saat ini, maka sudah tentu kita juga harus senantiasa belajar. Pepatah bijak mengatakan "Hari Esok Harus Lebih Baik dari Hari ini". So, saya juga harus senantiasa mewujudkan itu untuk pribadi saya dan tentunya saya berharap kita semua juga tetap bisa selalu lebih baik. ini berdasar pada keyakinan bahwa semua manusia diciptakan untuk menjadi seorang pemenang......

Selamat menuju hari esok yang lebih baik..........

I Komang Nuriana