Bagi seseorang (baca : oknum) menjadi
seorang guru bukanlah merupakan sesuatu yang telah direncanakan sejak awal. Hal
ini mungkin disebabkan oleh banyak factor diantaranya adalah pekerjaan menjadi
seorang guru dianggap tidak bisa memberikan jaminan dimasa depan (baca :
memenuhi kebutuhan hidup). Jika memang demikian apa alasan utama yang paling
rasional untuk menjadi seorang guru? Saya secara pribadi tetap menyetujui
satu alasan untuk menjadi seorang guru yakni “ Sebagai Sumber Penghasilan”.
Mengapa demikian? Untuk menjelaskannya saya punya satu kisah menarik yang saya
sendiri alami ketika mengikuti sebuah pelatihan bagi guru-guru Pemula. Berikut cuplikan
ceritanya.
"Dengan semangat super pagi itu kami
berkumpul di sebuah aula ruangan, untuk mengikuti pelatihan guru pemula. Pelatihan
itu diawali dengan pembagian kertas yang berisi beberapa pertanyaan, salah
satunya adalah meminta alasan mengapa memilih profesi menjadi seorang guru. Setelah beberapa
waktu, kamipun diminta untuk memaparkan alasan-alasan untuk menjadi seorang
guru, lagi-lagi dengan penuh kobaran semangat, bertaburan jawaban yang kurang lebih sama
yakni “ menjadi guru, karena ingin berbagi ilmu, mencerdaskan anak-anak dan
alasan lain yang secara arti kata “tujuannya sungguh luar biasa mulianya”. Saya
dengan semangat yang berapi-api pula ingin mengutarakan alasan saya, dan
akhirnya saya diberikan kesempatan, sekita itu terlontar sebuah kalimat “alasan
saya memilih profesi guru adalah sebagai mata pencaharian (sumber penghasilan)”
Apa yang saya alami pada hari itu,
mungkin akan dicap sebagai orang yang tidak ikhlas menjadi guru dan tidak boleh
menjadi guru, tapi buat saya pribadi, paling tidak saya tidak membohongi diri
saya sendiri. Mengapa demikian, Sederhananya begini, jika memang menjadi
seorang guru tidak dijadikan sebagai sumber penghasilan, mengapa saya tidak
pergi saja ke daerah terpencil atau daerah lain yang membutuhkan guru untuk
mengabdi dan dalam prosesnya tidak pernah mengharap honor atau apapun
sejenisnya (baca : pengadian tulus ikhlas). Sehingga menurut saya pribadi, selama kita masih
mengharapkan “Honor/Upah” itu
berarti profesi guru adalah sebagai “sumber
penghasilan”
Rgds,
I Komang Nuriana






0 komentar:
Posting Komentar