SELAMAT DATANG DAN MARI BERBAGI ILMU

Senin, 06 Oktober 2014

Pekerjaan Menjadi Seorang Guru (Pengabdian VS Penghasilan)

Bagi seseorang (baca : oknum) menjadi seorang guru bukanlah merupakan sesuatu yang telah direncanakan sejak awal. Hal ini mungkin disebabkan oleh banyak factor diantaranya adalah pekerjaan menjadi seorang guru dianggap tidak bisa memberikan jaminan dimasa depan (baca : memenuhi kebutuhan hidup). Jika memang demikian apa alasan utama yang paling rasional untuk menjadi seorang guru? Saya secara pribadi tetap menyetujui satu alasan untuk menjadi seorang guru yakni “ Sebagai Sumber Penghasilan”. Mengapa demikian? Untuk menjelaskannya saya punya satu kisah menarik yang saya sendiri alami ketika mengikuti sebuah pelatihan bagi guru-guru Pemula. Berikut cuplikan ceritanya.

"Dengan semangat super pagi itu kami berkumpul di sebuah aula ruangan, untuk mengikuti pelatihan guru pemula. Pelatihan itu diawali dengan pembagian kertas yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya adalah meminta alasan mengapa memilih profesi menjadi seorang guru. Setelah beberapa waktu, kamipun diminta untuk memaparkan alasan-alasan untuk menjadi seorang guru, lagi-lagi dengan penuh kobaran semangat, bertaburan jawaban yang kurang lebih sama yakni “ menjadi guru, karena ingin berbagi ilmu, mencerdaskan anak-anak dan alasan lain yang secara arti kata “tujuannya sungguh luar biasa mulianya”. Saya dengan semangat yang berapi-api pula ingin mengutarakan alasan saya, dan akhirnya saya diberikan kesempatan, sekita itu terlontar sebuah kalimat “alasan saya memilih profesi guru adalah sebagai mata pencaharian (sumber penghasilan)”

Apa yang saya alami pada hari itu, mungkin akan dicap sebagai orang yang tidak ikhlas menjadi guru dan tidak boleh menjadi guru, tapi buat saya pribadi, paling tidak saya tidak membohongi diri saya sendiri. Mengapa demikian, Sederhananya begini, jika memang menjadi seorang guru tidak dijadikan sebagai sumber penghasilan, mengapa saya tidak pergi saja ke daerah terpencil atau daerah lain yang membutuhkan guru untuk mengabdi dan dalam prosesnya tidak pernah mengharap honor atau apapun sejenisnya (baca : pengadian tulus ikhlas). Sehingga menurut saya pribadi, selama kita masih mengharapkan “Honor/Upah” itu berarti profesi guru adalah sebagai “sumber penghasilan”

Rgds,
I Komang Nuriana

0 komentar:

Posting Komentar